Masak Bareng Keluarga Besar MBS, Makna Kebersamaan Dan Kehangatan

Keluarga Besar PPM MBS Sleman Yogyakarta mendapatkan pengalaman baru di bidang kuliner, Senin ( 23/04/2018 ). Guru dan karyawan PPM MBS Sleman Yogyakarta yang tidak terlibat dalam kepanitiaan UNBK SMP, dauroh tahfidz dan panitia kemah mengikuti serunya acara yang dimotori Wadir III dan panitia kecilnya. Bertempat di kompleks halaman kelas putri, sebanyak 18 grup memasak tampil unjuk kebolehan memperagakan ketrampilannya mengolah bumbu dan ubo rampe yang telah disediakan panitia. Perhelatan ajang memasak kali ini agak sedikit berbeda, disamping guru dan karyawan yang terlibat, jajaran pimpinan MBS mulai dari BPH, direktur, wakil direktur dan bendahara umum juga ikut tampil memeriahkan jalannya acara yang dikomandoi Ustadzah Rina ini.

Dimulai tepat pukul 08.00, seluruh peserta nampak antusias dan sibuk mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk memasak. Berbahan dasar ayam dan tahu, bahan pokok yang disediakan panitia, peserta yang tiap kelompoknya telah diacak panitia ini mulai beraksi adu ketrampilan. Kelompok kami akan masak ‘tahu rambutan’, kita tahu rambutan itu punya biji, tiap kali kita makan bijinya kita buang, namun tahu rambutan yang akan kita buat ini beda, bijinya bisa dimakan, tutur ustadz Roiq ketua kelompok 07.

Kordinator acara memasak, ustadzah Rina mengatakan kegiatan ini merupakan ajang kekraban dan kebersamaan antara jajaran pimpinan, guru dan karyawan MBS. Esensi dari acara ini bukan pada hasil masakan yang di sajikan, akan tetapi yang lebih penting dari itu semua, acara semacam ini kita selenggarakan dalam rangka mempererat solidaritas serta tali ukhuwah diantara sesama warga MBS, terangnya. Dengan acara ini, lanjut ustadzah yang juga menjabat sebagai kepala kantor ini, baik BPH, direktur, wadir dan jajaran pimpinan berbaur menjadi satu dengan guru dan karyawan bahu membahu, berkarya, berkreasi dan berinovasi bekerjasama dalam teamwork untuk menghasilkan menu masakan yang istimewa, pungkasnya.

Pukul 09.30 kegiatan memasak ini resmi dihentikan, durasi waktu satu setengah jam yang diberikan panitia penyelenggara mampu digunakan dengan sangat efektif oleh para peserta yang kebanyakan didominasi para ustadz dan ustadzah ini. Berbagai varian masakan dengan bahan dasar ayam dan tahu tersaji di meja saji yang telah disiapkan panitia. Deretan nama masakan ‘ayam bakar’, ‘ayam kemangi’, ‘ayam rasa rempah’, ‘ayam asam-asam’, menghiasi meja saji dengan tampilan yang menarik. Chef Arif Aryono atau Chef Aryo dan ustadzah Mardhiyah yang didaulat menjadi juri pada ajang memasak ini mulai mencicipi dan menilai hasil masakan dan tampilan dari para peserta.

Dari hasil penilaian dewan juri, akhirnya terpilih kelompok 13 dengan nilai 239 menyajikan masakan steak ayam menjadi peraih nilai tertinggi dan berhak mendapatkan juara pertama. Disusul ayam bakar, kreasi dari kelompok 14 meraih nilai tertinggi kedua. Sedangkan peringkat ketiga didapatkan kelompok 15 dengan masakan ayam kemanginya. Selain ketiga juara tersebut, pihak panitia juga menyediakan hadiah hiburan kepada para peserta. Diantara hadiah hiburan tersebut dibagikan kepada masing-masing juara harapan satu sampai dengan harapan tiga. Yang paling menarik disamping hadiah hiburan, panitia masih menyimpan satu kategori juara lagi. Kategori juara paling ‘ter’ mewarnai ajang memasak kali ini, dari yang ter kece, ter rapi, ter simple, ter asal, ter alot, ter manis, ter heboh, ter inovasi, ter supel, ter aneh dan ter over tersaji disini. Acara ini dipungkasi dengan makan bersama serta sarasehan keluarga besar MBS dengan menikmati masakan hasil jerih payah para peserta memasak.

Galeri foto menu masakan hasil kreasi ustadz/ustadzah :

 

Galeri foto para pemenang lomba memasak :

 

 

elmoehammadiy
Humas MBS bagian liputan prestasi santri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest