PENUTUPAN LANGUAGE FESTIVAL 2018 “The Youth The Hope”

SLEMAN- Sekitar 900an santriwati PPM MBS Sleman Yogyakarta tampak memadati lapangan sekolah sejak Jum’at (16/02) sore. Tampak panggung besar dengan background gambar istana berdiri kokoh di sudut timur lapangan. Dekor panggung yang begitu unik dan menarik, berhasil menyita perhatian para sanri untuk segera hadir di lapangan sekolah.

            Kehadiran para santri di lapangan sekolah bukan hanya disebabkan rasa penasaran mereka ingin melihat panggung yang ada. Kehadiran mereka sebenarnya adalah untuk melihat acara CLOSING LANGUAGE FESTIVAL (LAVAL) 2018 yang sempat tertunda karena hujan deras yang mengguyur lapangan sekolah pada Kamis (15/02) malam.

Acara penutupan Laval kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu jarak waktu antara sesi formal menuju informal sangatlah singkat, maka untuk tahun ini jarak waktu antara keduanya pun sedikit jauh. Sesi formal dimulai ba’da Ashar atau sekitar pukul 16.00 WIB, sedangkan sesi informal dimulai ba’da Isya’ atau sekitar pukul 20.00 WIB.

Pukul 16.00 WIB, seluruh santri tampak telah duduk rapi dan siap menyaksikan acara penutupan. Empat orang MC dengan empat bahasa yang berbeda pun memimpin acara dengan baik dari awal hingga akhir acara. Penutupan secara simbolis pun dilakukan oleh Kabag Kema’hadan Putri, Ustadz Muflikh Najib. Setelah penutupan selesai, santri pun segera membubarkan diri dan kembali ke aktivitasnya masing-masing.

Ba’da Isya’, santri tampak telah berkumpul kembali di lapangan sekolah untuk menyaksikan sesi informal dari penutupan laval. Sesi informal diisi dengan pembagian hadiah dari berbagai cabang perlombaan berbahasa yang telah sukses dilombakan selama 2 minggu berturut-turut. Tak hanya itu, acara penutupan pun juga diisi dengan berbagai pementasan berbahasa dari para santriwati PPM MBS Sleman Yogyakarta.

 

Pementasan pantomim dari panitia pun membuka acara pada malam tersebut. Gelak tawa penonoton pun terdengar dari seluruh santri yang menyaksikan kelucuan dari pantomim tersebut. Penampilan nasyid, debat berbahasa, dan drama yang dibawakan beberapa santri pun juga mengundang riuh tepuk tangan penonton. Yang paling ditunggu-tunggu seluruh santri adalah pengumuman pemenang dari cabang perlombaan Queen of Language 2018. Juara I Queen of Language 2018 pun berhasil diraih oleh Yasmin Nadia dari kelas IX.

Tak hanya menampilkan pantomim, panitia Laval tahun ini juga menampilkan pementasan tari dan nasyid  yang membawakan lagu Number One for Me yang dipopulerkan oleh Maher Zein. Di akhir acara, panitia pun sempat menampilkan video para alumni MBS yang berada di mesir.  Dalam video, mereka tampak mengapresiasi penuh acara Laval 2018.

Pukul 22.0 0 WIB, acara penutupan Language Festival 2018 pun selesai dilaksanakan. Acara pun ditutup dengan do’a bersama. Setelah do’a, para santri pun segera membubarkan diri dan beristirahat. Walau acara Laval 2018 telah resmi ditutup, semoga minat berbahasa santri pun tetap tinggi dan kualitas berbahasa santri pun menjadi lebih baik.

 

Presented by. Zidna Navela Kamilia, Bagian Pangkajian Ilmu Pengetahuan ( PIP ) IPM Putri PPM MBS Sleman Yogyakarta

elmoehammadiy
Humas MBS bagian liputan prestasi santri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest