TABLIGH AKBAR MILAD SATU DASAWARSA, MEMBINA KADER ZAMAN NOW

SLEMAN – Tabligh Akbar bersama Ustadz Imam Wicaksono, Lc. MA. sukses digelar pada hari Kamis (18/01) malam. Berlokasi di halaman gedung sekolah putri PPM MBS Sleman, kajian ini dihadiri santriwati, staff pengajar, dan alumni PPM MBS Sleman Yogyakarta. Acara yang dimulai pada pukul 20.15 WIB ini merupakan salah satu acara yang termasuk dalam rangkaian acara Milad Satu Dasawarasa MBS.

Sebelum masuk ke acara inti, Nuril Kaunaini, salah satu santri berprestasi kebanggaan PPM MBS Sleman Yogyakarta,  membacakan ayat suci Al-Qur’an dengan menggunakan tartil saat Pembacaan Kalam Illahi. Kemerduan suaranya membuat para pendengarnya terkagum-kagum dengannya. Setelah Pembacaan Kalam Illahi, acara dilanjutkan dengan acara ini pada malam hari tersebut, yakni Tabligh Akbar.

Pembicara pada Tabligh Akbar tersebut, Ustadz Imam, dengan gaya pembawaannya yang unik dan terkesan gaul, membuat antusiasme para audiens, yang rata-rata adalah anak muda, menjadi tinggi dan mau memperhatikan setiap katanya.

Judul materi yang ia ambil pada kesempatan kali ini adalah “Iman & Pergaulan Zaman Now. Pada saat penyampaian materi, beliau sering menggunakan perumpamaan yang menarik dan mudah dicerna oleh anak-anak zaman now. Misalnya, dalam materinya beliau sempat berkata,”Orang-orang diinstagram kalo mau terkenal, banyak followersnya, mereka harus eksis dulu. Ya sama, kita kalo mau terkenal, difollow sama malaikat dan Allah SWT, kita harus eksis dulu dihadapan mereka dengan cara memperbanyak ibadah”.

Pada saat penyampaian materi, beliau juga sering mengadakan perbandingan orang-orang zaman now (zaman sekarang) dan zaman old (zaman dulu) yang mengundang gelak tawa audiens. Beliau juga berhasil menjelaskan tentang kemuliaan kaum wanita dengan gayanya yang terkesan penuh dengan candaan namun tak melupakan materi yang dibawakan.

Di tengah-tengah penyampaian materi, beliau juga sempat berpesan, “Kalian itu jangan jadi seperti gereh (ikan asin), karena diluar sana itu kita akan menemukan banyak keanehan”. Beliau juga menjelaskan bahwa perubahan tanpa didasari dengan iman akan sangat berbahaya.

Sekitar pukul 22.00 WIB, acara pengajian Tabligh Akbar tersebut selesai. Sebelum ditutup,  Ustadz Imam  juga sempat mempimpin langsung do’a di penghujung acara tersebut. Dengan gaya penyampaiannya yang unik dan gaul, semoga materi tetap bisa tersampaikan ke telinga para pendengarnya dan mengena di hati mereka. Aamiin (swl/znk)

 

 

elmoehammadiy
Humas MBS bagian liputan prestasi santri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest