Membangun Komunikasi Ber-Matematika

Jum’at  pagi  19  Januari 2018 yang penuh barokah ini PPM MBS Sleman Yogyakarta melaksanakan seminar Nasional Matematika bertemkan “ Membangun generasi emas 2045 melalui pembelajaran Matematika abad 21“. Bertempat di Hall 1 kompleks kampus putri ratusan peserta dari berbagai daerah bahkan sampai pulau Kalimantan turut hadir dalam seminar nasional ini.

Hadir sebagai salah satu pemateri seminar adalah Dr. Cand. Mulyana. AZ. S.Pd. M.Psi. Pria kelahiran Kediri, 8 April 1967 ini adalah lulusan Universitas Muhammadiyah Surabaya jurusan Matematika dan S2 dan S3 Universitas Airlangga Surabaya jurusan Psikologi. Pengalaman organisasi tak terhitung lagi, segudang pengalaman provesional sudah beliau lakoni, selain itu ia adalah konsultan pendidikan sekolah sekolah di Jawa Timur, Jateng, DKI Jakarta, dan juga Jawa Barat.

Dengan gaya khas beliau langsung membuat swasana seminar semakin meriah, interaktif dan komunikatif. Di hadapan ratusan peserta seminar nasional yang hadir dari berbagai penjuru bahkan sampai Kalimantan beliau membawa materi bertemakan “Membangun komunikasi  Ber-Matematika”. Sepintar apapun guru yang mengajar dan semudah apapun materi yang diajarkan jika guru dalam menyampaikan kurang komunikatif maka akan menjadi sulit dan susah untuk di pahami oleh siswa.

Matematika itu mudah, menarik dan bahkan menyenangkan, sayarat utamanya adalah gurunya Asyik. Asyik yang di maksudkan oleh pak Mul sapaan akrab beliau adalah gurunya sabar, menyenangkan, suka humor,  dan tidak menakutkan, gurunya tidak  galak, tidak suka menakut nakuti, tidak suka mengancam apalagi suka menyalah-nyalahkan.

Hal ini menurut beliau menjadi penting karena setiap anak memiliki kemampuan yang bebeda dan juga ketahanan mental yang berbeda, seorang guru wajib mampu mendeteksi kualitas masing-masing  siswanya sehingga pembelajaran Matematika menjadi lebih terarah.

Seorang guru matematika bagi sebagian siswa dianggap sebagai guru yang paling pintar, namun disisi lain guru matematika menurut sebagian kecil siwa  di cap killer dan angker. Seorang siswa pada dasarnya semuanya ingin pintar dan semua guru juga ingin anak didiknya memahami materi  yang diajarkan olehnya, namun tidak sedikit dari siswa yang mengatakan bahwa Matematika adalah pelajaran yang  sulit dan menakutkan dan hanya sedikit yang mengantakan bahwa Matematika adalah pelajaran yang  yang  mudah dan menggemaskan. Fenomena ini lah yang  menjadi tantangan bagi guru matematika untuk  merubah paradigma  dari  Matematika yang  menakutkan  menjadi Matematika yang  menyenangkan. Materi inilah yang pagi ini di kupas tuntas oleh Pak Mulyana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest