Membangun Penguatan Ideologi

Muhammadiyah Boarding School (MBS) Jogjakarta berkomitmen umtuk menanamkan pola pendidikan seimbang yang merupakan kebutuhan setiap manusia. Ilmu yang baik adalah ilmu yang dapat mengangkat derajat pemiliknya dihadapan ALLAH SWT. Dimana Ia menjadi semakin taat ke pada perintah dan menjauhi segala bentuk larangannya, berguna bagi orang lain dan berahlak mulia.

Keseimbangan pendidikan yang mencakup keimanan, pengetahuan dan ahlak adalah menjadi prasarat pendidikan yang holistik yang insyaalah akan dapat mengantarkan satri MBS mendapatkan kebahagian dunia dan ahirat. Pengajaran yang ada di MBS dilakukan untuk  mengasah santri dalam tiga hal yaitu kecerdasan IQ, EQ, dan SQ, yaitu melalui pendidikan yang kompetitif, melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan, keorganisasian,  dan pembiasaan pembiasaan dalam hal beribadah, baik yang bersifat fadu maupun yang bersifat sunah yang dipantau langsung oleh Ustad dan ustazah.

Penguatan karakter bagi santri MBS dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali baik di MBS 1 dan MBS 2. Penguatan karakter di lingkungan pendidikan di kelas banyak melibatkan peran serta dari santri IPM (Ikatan pelajar Muhammadiyah), guru dan karyawan. Dibawah pengawasan Wadir I, dan dibawah bimbingan ustad dan ustazah yang ada di jajaran kesiswaan baik putra dan putri, santri IPM menjalankan program penguatan ideologi. Program ini adalah salah satu program unggulan pondok pesantren MBS.

Penguatan  ideologi bagi santri dilaksanakan setiap hari kecuali hari Sabtu karena dipakai untuk upacara dan apel pagi. Santri melaksanakan program penguatan ideologi setiap hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis. Dimulai pukul 06.25-06.35 wib santri sudah berbaris di depan kelas masing-masing untuk menyanyikan lagu Mars Muhammadiyah dan mengucapkan janji Pelajar Muhammadiyah (Arab dan Inggris). Pukul 06.40-06.55 penyampaian kosakata bahasa Arab dan Inggris disetiap kelas oleh IPM, baru pukul 07.00 kegiatan belajar mengajar secara umum di mulai.

Pengucapan janji pelajar Muhamadiyah dilakukan dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Senin sampai Kamis bahasa Indonesia, Sabtu dan Ahad menggunankan bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan bahasa Arab dan Inggris para santri.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest